Semua menyadari bahwa berdagang
atau berbisnis butuh suatu bumbu yang sangat penting yaitu kejujuran. Itulah
yang membuat pembeli tetap setia membeli sebuah produk dari penjual tertentu dan
memiliki keengganan untuk membeli ditempat lain. Penawaran menggiurkan dan
bonus-bonus yang menjanjikan bisa menjadi belati bermata 2 yang mampu merobek
market barrier dan menghasilkan profit, atau bahkan menusuk jantung usaha kita
sendiri dikarenakan suatu bumbu penting dalam produk yang kita korbankan demi
profit yaitu Kejujuran.
Apalagi di Indonesia, industri kopi
domestik masih bisa dikatakan belum sepenuhnya terbuka dan menjunjung tinggi
kejujuran. Terlalu banyak fakta-fakta yang masih ditutupi baik oleh opnum-opnum
penjual maupun penghasil kopi untuk mendongkrak penjualan mereka dengan
mengatakan bahwa kopinya memiliki spesifikasi yang tinggi dan baik.
Kasus termudah yang kita bisa temui
adalah mengenai kopi Papua Wamena yang terkenal dengan rasa berry yang tinggi
intensitasnya. Selintas bagi para aktivis kopi, rasa itu sedikit mendekati kopi
Jamaican Blue Mountain yang termasuk salah satu kopi termahal yang dipasarkan
di dunia. Entah benar atau tidak, banyak pihak yang mengklain bahwa kopi Papua
terbaik dikirim ke Jamaica untuk menambahkan volume produksi J.B.M
Potensi harga tinggi membuat
pengusaha nakal mencoba memanfaatkan hal itu. Sudah banyak cerita bahwa banyak
pengusaha kopi di luar daerah Papua memetik kopinya dan dibawa ke Papua untuk singgah
sebentar di pelabuhan laut Jaya Pura. Setelah beberapa waktu, biji kopi yang sudah
tidak jelas asal-muasalnya dibawa ke kota-kota besar dan dijual dengan nama
kopi Papua. Kecurangan itu membuat banyak aktivis kopi tidak berani mengklaim
bahwa kopi Papua yang dijual dipasaran adalah asli dari tanah Papua. Berita
tersebar cepat ke masyarakat dan pada akhirn, pamor biji Papua Wamena yang
sempat booming di tahun 2012an menurun diakibatkan oleh banyak pembeli yang
tidak percaya ketika ada pihak yang menawarkan biji kopi asli berkualitas asal
tanah Papua, miris hasilnya ketika kejujuran diabaikan.
| Dapoer Kopi, Pasar Santa |
By our contributor: Reza Daryan
See you next time! :)
No comments:
Post a Comment