Saturday, June 14, 2014

Bisnis Kopi adalah Bisnis Kejujuran

Semua menyadari bahwa berdagang atau berbisnis butuh suatu bumbu yang sangat penting yaitu kejujuran. Itulah yang membuat pembeli tetap setia membeli sebuah produk dari penjual tertentu dan memiliki keengganan untuk membeli ditempat lain. Penawaran menggiurkan dan bonus-bonus yang menjanjikan bisa menjadi belati bermata 2 yang mampu merobek market barrier dan menghasilkan profit, atau bahkan menusuk jantung usaha kita sendiri dikarenakan suatu bumbu penting dalam produk yang kita korbankan demi profit yaitu Kejujuran.

Apalagi di Indonesia, industri kopi domestik masih bisa dikatakan belum sepenuhnya terbuka dan menjunjung tinggi kejujuran. Terlalu banyak fakta-fakta yang masih ditutupi baik oleh opnum-opnum penjual maupun penghasil kopi untuk mendongkrak penjualan mereka dengan mengatakan bahwa kopinya memiliki spesifikasi yang tinggi dan baik.

Kasus termudah yang kita bisa temui adalah mengenai kopi Papua Wamena yang terkenal dengan rasa berry yang tinggi intensitasnya. Selintas bagi para aktivis kopi, rasa itu sedikit mendekati kopi Jamaican Blue Mountain yang termasuk salah satu kopi termahal yang dipasarkan di dunia. Entah benar atau tidak, banyak pihak yang mengklain bahwa kopi Papua terbaik dikirim ke Jamaica untuk menambahkan volume produksi J.B.M

Potensi harga tinggi membuat pengusaha nakal mencoba memanfaatkan hal itu. Sudah banyak cerita bahwa banyak pengusaha kopi di luar daerah Papua memetik kopinya dan dibawa ke Papua untuk singgah sebentar di pelabuhan laut Jaya Pura. Setelah beberapa waktu, biji kopi yang sudah tidak jelas asal-muasalnya dibawa ke kota-kota besar dan dijual dengan nama kopi Papua. Kecurangan itu membuat banyak aktivis kopi tidak berani mengklaim bahwa kopi Papua yang dijual dipasaran adalah asli dari tanah Papua. Berita tersebar cepat ke masyarakat dan pada akhirn, pamor biji Papua Wamena yang sempat booming di tahun 2012an menurun diakibatkan oleh banyak pembeli yang tidak percaya ketika ada pihak yang menawarkan biji kopi asli berkualitas asal tanah Papua, miris hasilnya ketika kejujuran diabaikan.


Dapoer Kopi, Pasar Santa
“Bisnis Kopi bukan hanya sekedar bisnis barang, tapi juga bisnis kejujuran”, itulah kalimat yang keluar dari mbak Christine Tandibua, pemilik Dapoer Kopi yang terletak di pasar modern Santa ketika ditemui Sabtu 7 Juni lalu. “Kenapa kamu beli green bean dari saya? Kenapa gak ke orang lain yang nawarin lebih murah?” begitu pertanyaan to-the point yang diajukan pada saya. Tentu alasan utamanya adalah karena saya sudah kenal dekat dengan beliau dan sudah berkali-kali membeli dari beliau tanpa pernah merasa kecewa. Dan masalah yakin dengan produknya, bukan hanya saya sendiri namun semua pelanggan mbak Christine merasa yakin dan percaya pada kopi yang dijualnya. Itulah mengapa walaupun lokasinya bisa dikatakan cukup sulit dijangkau, Dapoer Kopi milik mba Christine tidak pernah sepi pengunjung baik yang hanya ingin menikmati segelas kopi Toraja Sapan miliknya atau memesan biji kopi.

By our contributor: Reza Daryan


See you next time! :)

No comments:

Post a Comment