Sunday, June 8, 2014

Kopi Arabika & Kopi Robusta | Kedai Kombi

Hey there!

Buat para peminum dan penikmat kopi, mungkin masih ada yang merasa bingung dan belum tahu benar perbedaan dari biji kopi Arabika dan Robusta. Yuk, kita bahas biji-biji kopi ini sampai tuntas supaya bisa lebih kenal dekat sama salah satu komoditi ekspor terbaik yang Indonesia punya! :)

Perbedaan bentuk biji kopi Arabika & Robusta
Kopi Arabika
Kopi Arabika memiliki variasi rasa yang beragam, mulai dari rasa manis dan lembut, hingga kuat dan tajam.  Dengan kandungan kafein yang lebih kecil, yaitu sekitar 0,8%-1,4%, kopi Arabika memiliki body atau kekentalan rasa yang khas. Aroma dari kopi ini memiliki wangi yang sedap mirip campuran bunga dan buah. Biji kipi ini menguasai 70% pasar kopi di dunia dan diberi label sebagai kopi yang berkualitas. 

Buah kopi Arabika
Berdasarkan proses penanaman, kopi Arabika memiliki bentuk pohon yang lebih tinggi, hingga mencapai 3 meter namun lebih rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Pohon kopi ini hanya dapat tumbuh di dataran dengan ketinggian lebih dari 700 meter diatas permukaan laut. Hasil jumlah biji kopi yang dihasilkan cenderung lebih rendah dan dibutuhkan waktu 9 bulan untuk proses pertumbuhan dari bunga sampai akhirnya menghasilkan buah kopi. Di Indonesia, kopi Arabika kebanyakan ditanam di daerah Aceh, Sumatera Utara, Toraja, Flores, dan Papua. 

Kopi Robusta
Kopi Robusta memiliki karakter rasa yang cenderung lebih pahit dan lebih kekacang-kacangan (nutty) dengan kandungan kafein yang lebih tinggi, yaitu sekitar 2%. Karena tingginya tingkat kafein yang dimiliki, kopi Robusta sering digunakan menjadi bahan dasar kopi instan dan campuran untuk menambahkan crema (cairan berwarna kuning kecoklatan yang dihasilkan oleh proses ekstraksi) dalam espresso. Biji kopi Robusta menguasai 30% dari pasar kopi dunia. Kopi Robusta memiliki variasi warna yang beragam sesuai dengan cara pengolahan dan tekstur yang lebih kasar dari Arabika.


Tanaman kopi Robusta kurang sensitif terhadap iklim dan lebih tahan terhadap serangan hama dan penyakit sehingga proses pertumbuhan lebih terjamin sampai ke masa panen. Biji kopi Robusta memiliki bentuk yang lebih bulat utuh dan ukurannya lebih kecil dibanding biji kopi Arabika (tergantung jenis varietas). Pohon kopi Robusta dapat tumbuh di dataran rendah dengan ketinggian 300-700 meter diatas perumkaan laut dan memiliki tinggi pohon yang lebih pendek, hanya sekitar 1-2 meter. Dibutuhkan waktu sekitar 10-11 bulan untuk proses pertumbuhan dari bunga sampai menjadi buah kopi. Di Indonesia, biji kopi Robusta banyak dihasilkan di daerah Lampung dan Palembang.

Nah, sekarang udah dapat tambahan informasi kan mengenai perbedaan dari biji kopi Arabika dan Robusta, mulai dari karakter rasa, daerah penghasil, sampai ke proses penanaman dan sifat pohonnya? Semoga untuk kedepannya, kalian bisa langsung membedakan sendiri, kopi jenis apa sih yang lagi kalian nikmatin :)

For your info, Kedai Kombi menggunakan biji kopi house blend yang merupakan campuran dari biji kopi Gayo, Flores, dan Sunda. House blend ini memiliki tingkat keasaman medium acid dan kepahitan low intensity body. Jangan sungkan-sungkan buat nanya ke barista kami kalo kalian mau lebih tau dan mengenal kopi yang kalian nikmatin ya :) 

See you next time! :)

No comments:

Post a Comment